Berita  

Pengertian Literasi Digital: Manfaat, Prinsip, Komponen dan Contoh Penerapan

Pengertian literasi digital, dan apa manfaatnya bagi kita semua

Pengertian Literasi Digital

Pengertian Literasi Digital: Manfaat, Prinsip, Komponen dan Contoh Penerapan – Di era sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat telah membawa banyak kemajuan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Semua aktivitas dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan menggunakan komputer dan internet. Dengan demikian, segala macam informasi dapat disebarluaskan dengan mudah dan luas.

Semakin mudahnya penyebaran teknologi informasi tidak semuanya positif, ada juga hal negatifnya, seperti tersebarnya berita hoax, aktivisme, penipuan dan informasi lainnya. Mengingat hal tersebut, kita sebagai pengguna teknologi membutuhkan cara untuk memahami dan menyaring informasi tersebut, salah satunya dengan literasi digital.

Pengertian Literasi Digital

Secara umum pengertian literasi digital adalah kemampuan untuk menguasai kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi. Dengan kemampuan tersebut membuat seseorang memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif dan inovatif, tujuannya adalah untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

Apa dimaksud dengan literasi digital

Pengertian Literasi Digital Menurut Para Ahli

1. Pengertian Literasi Digital Menurut Paul Gilster

Literasi digital didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memanfaatkan informasi dalam berbagai bentuk. juga diartikan sebagai kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya perangkat komputer atau telepon genggam.

2. Pengertian Literasi Digital Menurut Deakin University’s Graduate Learning Outcome 3

Literasi digital adalah upaya pemanfaatan teknologi untuk mencari, menggunakan, dan menyebarluaskan informasi di dunia digital saat ini.

3. Pengertian Literasi Digital Menurut David Bawden

David Bawden menawarkan bentuk pemahaman baru tentang literasi digital, yaitu literasi yang berakar pada literasi komputer dan literasi informasi.

4. Pengertian Literasi Digital Menurut UNESCO

Menurut UNESCO (2011), literasi digital adalah keterampilan (life skill) yang melibatkan tidak hanya kemampuan menggunakan teknologi, perangkat informasi dan komunikasi, tetapi juga kemampuan belajar bersosialisasi, berpikir kritis, berpikir kreatif dan kemampuan terinspirasi. Kompetisi digital.

Singkatnya, literasi digital melibatkan proses membaca, memahami, menulis, dan menciptakan pengetahuan atau konten baru, selain mengacu pada keterampilan dalam menggunakan teknologi, informasi, dan perangkat komunikasi.

Manfaat Literasi Digital

Mengutip dari buku Digital Literacy karya Janner Simarmata dkk, berikut beberapa manfaat literasi digital:

  1. Mendapatkan  informasi terbaru (terbaru) dengan cepat dan luas. Misalnya, jika kita ingin mengetahui kapan kereta api berangkat, kita tidak perlu lagi mengunjungi stasiunnya. Informasi jadwal keberangkatan KA dapat dengan mudah diakses menggunakan aplikasi atau melalui website di internet
  2. Keterampilan yang kaya. Menggunakan internet di era digital ini memungkinkan seseorang untuk belajar dan melatih keterampilan. Misalnya kita ingin menggunakan beberapa teknik membuat kue, kita bisa melihat tutorialnya di YouTube
  3. Dapat menghemat waktu. Fakta bahwa siapa pun dapat mencari bahan referensi di internet kapan saja, di mana saja membuktikan bahwa literasi digital menghemat waktu.
  4. Belajar lebih efisien dan cepat, artinya kita bisa menggunakan aplikasi dan website di internet untuk mencari dan mempelajari sesuatu berdasarkan apa yang kita cari. Misalnya, gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online untuk mencari arti suatu kata.
  5. Menghemat biaya. Banyaknya portal gratis di Internet juga dapat menghemat biaya, sehingga kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk mencari dan menikmati sesuatu.
  6. Lebih ramah lingkungan. Hal ini dapat kita lihat contohnya pada saat pengiriman atau penerimaan pesan menggunakan email atau email di Internet yang menghemat penggunaan kertas.
  7. Mampu membuat keputusan yang lebih baik. Jumlah informasi di internet membantu kita menemukan dan membandingkan berbagai hal.

Prinsip Literasi Digital

literasi digital

Menurut Yudha Pradana dalamAtribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital (2018), terdapat empat prinsip dasar literasi digital, yaitu:

  1. Pemahaman, artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang diberikan oleh media, baik yang tersirat maupun tersurat.
  2. Saling Ketergantungan, maksudnya Media saling bergantung dan saling terkait. Setiap media yang ada harus hidup berdampingan dan saling melengkapi.
  3. Faktor Sosial, Media berbagi berita atau informasi dengan masyarakat. Karena keberhasilan jangka panjang media bergantung pada pihak yang membagikan dan menerima informasi.
  4. Kurasi, Masyarakat memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami dan menyimpan informasi untuk kemudian dibaca. Kurasi juga mencakup kemampuan untuk bekerja secara kolaboratif untuk menemukan, mengumpulkan, dan mengatur informasi yang dianggap berguna.

9 Komponen Literasi Digital

  1. Social Networking, menggunakan layanan jejaring sosial secara hemat dan selektif agar fokus dan memetakan informasi yang diperoleh dengan lebih baik. Di sisi lain, isu etika penggunaan jejaring sosial belum diabaikan, sehingga literasi digital memberikan jalan bagi jejaring sosial yang baik.
  2. Transliteracy, diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan, mengumpulkan, dan membagikan semua informasi yang diperoleh melalui komunikasi media sosial
  3. Maintaining Privacy, elemen yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga privasi  di dunia digital atau online. Pada elemen ini, setiap orang harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi penting seperti angka
  4. Managingdigital identity, Didefinisikan sebagai cara menggunakan identitas yang sesuai di berbagai media atau jejaring sosial.
  5. Creating content, adalah keahlian membuat konten atau informasi yang positif dan bermanfaat bagi semua orang yang melihat dan membacanya.
  6. Organising and Sharing Content, Hal ini dimaknai sebagai upaya untuk mengatur dan berbagi informasi agar lebih mudah.
  7. Reuse/repurposing content, didefinisikan sebagai upaya untuk mengatur dan berbagi informasi yang tersedia di Internet sehingga dapat digunakan kembali dan menghasilkan konten baru.
  8. Filtering and selecting content, Didefinisikan sebagai kemampuan untuk mencari, memfilter, dan memilih informasi di Internet secara tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
  9. SelfbroadcastingTujuan dari komponen ini adalah untuk memberikan pemikiran atau pemikiran pribadi yang menarik melalui blog, forum atau sarana lainnya

Penerapan Literasi Digital

Apa dimaksud dengan literasi digital 2

Media digital saat ini memudahkan kita untuk mendapatkan informasi dengan cepat karena setiap pengguna dapat saling berbagi informasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut memberikan dampak positif dan negatif bagi para penggunanya, khususnya pengguna remaja.

Remaja cenderung paling terpengaruh di Indonesia, di mana jumlah pengguna internet didominasi oleh remaja. Menurut Retnowati (2015, dalam Pratiwi), penggunaan internet yang benar dapat meningkatkan kinerja penggunanya, namun jika digunakan secara tidak tepat tentu dapat berdampak negatif bagi remaja.

Contoh yang terjadi saat ini adalah kasus pencemaran nama baik, bullying, bahkan prostitusi yang pasti memicu depresi remaja. Mengapa ini terjadi?

Karena mereka tidak sepenuhnya memahami konsekuensi penggunaan media digital. Padahal, mereka (remaja) sudah memiliki keterampilan literasi berupa keterampilan membaca dan menulis, namun belum memiliki keterampilan literasi digital.

Di Internet, banyak pengguna berusaha menghina pengguna lain, bahkan mengetik kata-kata kasar. Ini adalah contoh dampak negatif dari literasi digital saat ini. Jika fenomena ini diterima oleh remaja dengan keadaan psikologis yang umumnya tidak stabil, dapat mempengaruhi perkembangan emosi mereka di masa depan.

Remaja belum memahami literasi digital, terlihat dari perilaku mereka ketika ada pesan negatif, mereka langsung memposting komentar yang menghina, dan kemudian jika ada pesan positif, mereka langsung membagikannya di akun mereka.

Lantas apa yang bisa dilakukan agar remaja saat ini tidak mudah depresi saat menggunakan media sosial untuk literasi digital? Tentu peran orang tua sangat penting. Mereka harus hati-hati memantau perilaku remaja tersebut.

Selain itu, orang tua harus memberikan pemahaman tentang literasi digital. Jangan sampai kemajuan teknologi ini, terutama adanya literasi digital, mengganggu mental remaja, bahkan depresi. Jadi, mari kita menjadi netizen yang cerdas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *