Apa itu Body Shaming? Ketahui Pengertian, Jenis, Dan Dampaknya

Pengertian Body Shaming Dan Dampaknya

APA ITU BODY SHAMING?

Apa itu Body Shaming? Ketahui Pengertian, Jenis, Dan Dampaknya – Istilah body shaming sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Mungkin sebagian dari kita memahami kata tersebut, dan sebagian dari kita baru mendengarnya. Body shaming sama brutalnya dengan bullying, dan efeknya dapat mempengaruhi korban secara langsung atau tidak langsung, menyebabkan korban mengalami depresi berat. Dalam Oxford Life, body-shaming didefinisikan sebagai suatu bentuk perilaku mengejek atau menghina dengan mengomentari bentuk atau ukuran tubuh dan penampilan seseorang. Body shaming terjadi sepanjang waktu di lingkungan, baik pada diri kita sendiri maupun pada orang lain.

Apa Itu Body Shaming?

Body shaming adalah bentuk intimidasi kepada seseorang melalui komentar negatif. Body shaming sering dijadikan bahan lelucon dan hiburan yang membuat korban merasa tersinggung. Kita sering mengalami body shaming terhadap orang lain atau bahkan diri kita sendiri oleh teman-teman di sekitar kita atau diri kita sendiri. Body shaming tidak hanya dilakukan oleh orang lain, terkadang dilakukan oleh diri kita sendiri juga. Pengertian lain tentang Body Shaming adalah Body shaming adalah tindakan mengkritik atau mengomentari tubuh atau tubuh sendiri atau orang lain dengan cara yang negatif. Mengolok-olok menjadi gemuk, kurus, pendek atau tinggi sama dengan bullying verbal.

PENGERTIAN BODY SHAMING

Bentuk Body Shaming Dikehidupan Sehari-hari

Perilaku body shaming adalah hal yang kerap dalam kehidupan nyata. Alih-alih bercanda secara positif, justru menyinggung dan menyakiti hati korban. Berikut beberapa contoh body shaming yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari:

1. Body Shaming Terhadap Kelebihan Berat Badan

Kebanyakan orang malu dengan berat badan mereka. Seseorang mungkin merasa malu ketika ukuran tubuhnya dianggap terlalu besar atau bahkan terlalu kecil bagi orang lain untuk mempermalukan berat badannya. Praktik body shaming seseorang yang kelebihan berat badan disebut fat shaming.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, orang yang mengalami fat shaming sering memicu perubahan fisiologis dan perilaku yang terkait dengan kesehatan metabolisme yang buruk yang dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Korban weight-shaming atau fat-shaming juga sering mengalami stres dan meningkatkan hormon kortisol. Membiarkannya memiliki kontrol yang lebih sedikit atas tubuhnya dan peningkatan risiko makan berlebihan. Selain itu, fat shaming berpotensi menyebabkan korban mengalami kecemasan, harga diri rendah, depresi, gangguan makan, dan menghindari olahraga.

PENGERTIAN FAT SHAMING

2. Body Shaming Terhadap Penampilan Dengan Bentuk Badan

Contoh perilaku body shaming selanjutnya yang seringkali tidak kita sadari adalah ketika kita mengomentari penampilan seseorang hanya karena pakaian yang dikenakannya tidak sesuai dengan tipe tubuhnya. Sekalipun sosok seseorang tidak langsing, bukan berarti hak menontonnya dibatalkan. Anda harus berpikir dua kali sebelum mengatakan ini.

Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengekspresikan diri, termasuk penampilan mereka. Sebaliknya, hindari kebiasaan menghina orang karena penampilannya tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya. Selama dia memiliki kepercayaan diri, yang terpancar bukan lagi sosoknya, melainkan nafas kecantikan yang memancar dari tubuhnya.

APA ITU BODY SHAMING

3. Body Shaming Terhadap Warna Kulit

Standar kecantikan di Indonesia atau negara lain membuat banyak wanita dan pria memaksakan diri untuk mengubah warna kulit aslinya. Hal ini karena orang yang warna kulitnya tidak memenuhi standar kecantikan dianggap tidak menarik.┬áDi Asia, misalnya, kulit putih, cerah, halus adalah standar ideal untuk kecantikan kulit. Akibatnya, orang Asia berkulit gelap sering merasa malu. Berbagai komentar negatif, seperti “sangat gosong”, “terlihat kotor”, dll, biasanya ditujukan kepada orang kulit hitam Asia atau cokelat.

Pandangan orang-orang tentang kulit putih ini berlanjut hingga hari ini. Ada banyak produk kecantikan bahkan ditujukan untuk memutihkan dan mencerahkan kulit. Oleh karena itu, banyak orang yang masih ingin mengubah warna kulitnya menjadi lebih cerah dan sesuai dengan standar kecantikan yang ada.

WARNA KULIT MENJADI BAHAN BODY SHAMING

Dampak Body Shaming

Body shaming memiliki banyak efek pada korban bullying. Body shaming dapat menyebabkan depresi, rasa malu yang berlebihan, kurang percaya diri, dan banyak lagi. orang yang menderita secara fisik penghinaan, misalnya penampilannya dikomentari dengan kata-kata seperti membuat korban marah. Misalnya, korban dikomentari gemuk, jelek, kurus, bodoh, dll. Maka korban akan melakukan segalanya untuk dapat berubah dengan cepat, seperti dari gemuk menjadi kurus dan kemudian korban akan tetap diet ketat, melewatkan nasi, makan tidak teratur, dan minum alkohol dan Pil diet, bahkan membuatnya hanya minum air putih tanpa ditemani makanan berat lainnya. Ini karena orang tersebut tidak lagi percaya diri dengan fisiknya saat ini.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang tidak puas dengan bentuk tubuhnya, kualitas hidupnya akan lebih buruk. Hal ini karena seseorang dapat memperoleh dan mengalami stres psikologis, yang dapat menyebabkan perilaku makan yang mengarah pada risiko gangguan makan yang tidak sehat. Selain itu, body shaming memiliki tiga efek buruk pada kesehatan mental, termasuk depresi, gangguan makan, dan serangan panik untuk gangguan kecemasan. Berikut penjelasannya.

Cara Menghentikan Body Shaming

Tidak ada manusia sempurna yang diciptakan oleh Sang Pencipta di dunia ini, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seseorang yang secara rutin mencemooh atau mengingkari konstitusi seseorang sama saja dengan mengutuk ciptaan Sang Pencipta. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus saling menghormati dan memiliki sikap saling menghormati. Karena pada dasarnya manusia diciptakan untuk saling melengkapi dan saling melengkapi kekurangan. Point yang terpenting adalah ada pada diri anda sendiri, jangan pernah benci terhadap diri anda, syukuri apa yang anda miliki, anda adalah orang terbaik menurut versi anda, namun anda pula tidak boleh ngeyel jika apa yang memang orang lain katakan itu memang realita dan memang bermaksud baik. Berikut adalah cara menghentikan body shamming,

STOP BODY SHAMING

1. Bersyukur

Pahami bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Jika orang lain terlihat berbeda dari Anda, bukan berarti ada yang lebih buruk dan lebih baik. Sadarilah bahwa setiap orang, termasuk Anda, memiliki kekurangan dan tidak seorang pun harus dimintai pertanggungjawaban untuk itu. Dengan anda bersyukur dan menerima apa yang anda miliki saat ini, misal kelebihan-kelebihan lain yang belum tentu orang miliki hati anda akan lebih tenang dan fikiran anda akan jauh lebih jernih dan fokus terhadap apa yang anda cintai.

2. Lakukan Perubahan

Jika menurut anda hal-hal yang menjadikan orang lain memberi komentar negatif kepada anda adalah suatu yang benar dan hal itu masih bisa anda kendalikan atau anda bisa rubah, maka lakukanlah perubahan.Rubah komentar negatif yang anda terima menjadi pujian yang memang pantas anda dapatkan.

3. Jadilah Pribadi Yang Baik Dengan Tidak Ikut Melakukan Body Shaming

Melakukan body shaming pasti bisa merugikan orang lain. Jika Anda merasa perilaku ini lebih merupakan lelucon daripada masalah, inilah saatnya untuk mengubah pola pikir Anda. Plus, tidak semua orang menganggap lelucon tubuh itu lucu. Bahkan, orang mungkin merasa tidak nyaman atau bahkan kesal ketika mendengarnya. Jika Anda terus seperti ini, situasi di sekitar Anda akan menjadi tidak nyaman. Seiring berjalannya waktu, bukan tidak mungkin orang memilih untuk menjauh.

3. Respon Segala Bentuk Komentar Negatif Dengan Tidak Bereaksi Lebih

Memberikan respon terhadap komentar yang negatif memang mempunyai treatment khusus. Ketika anda mendapatkan komentar negatif, anda harus bisa berdiam sejenak, menahan segala bentuk reaksi diri sesaat, kemudian menarik nafas dan hembuskan perlahan, ambil inti konteks kalimat yang orang lain berikan kepada anda, jika itu bukan sesuatu yang fatal anda tentu saja bisa anda hiraukan, kemudian berikan senyuman kepada orang tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *